Full Mission Bridge Simulator 360 Degree
Lingkup Pekerjaan
Indonesia berada pada posisi ke-3 berdasarkan jumlah pelaut keseluruhan, dibawah Filipina dan Rusia, namun menempati posisi ke-5 dalam jumlah pelaut yang memiliki jabatan perwira. Ini mengindikasikan bahwa daya saing masyarakat maritim Indonesia, masih memerlukan penguatan khususnya kompetensi yang dimiliki, sesuai dengan STCW amandemen 2010 dan STCW-F 1995. Kebutuhan akan pelaut perikanan yang kompeten dan profesional akan terus meningkat di masa depan.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, industri, lembaga pendidikan, dan para pelaut perikanan sendiri. Dengan mempersiapkan diri sejak dini, pelaut perikanan Indonesia dapat menjadi aset yang sangat berharga bagi industri perikanan nasional. Dalam upaya merespon beberapa isu strategis dimaksud, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Satuan Pendidikan Tingginya berupaya mencetak SDM yang unggul, terampil, dan siap menghadapi perubahan teknologi yang sangat cepat.
Untuk mewujudkan SDM unggul yang mampu berkompetisi pada ranah Internasional, maka Pemerintah Indonesia meratifikasi Konvensi Pengawakan Kapal Perikanan (Standard of Training, Certification, and Watchkeeping for Fishing Vessel Personnel 1995 / STCW-F 1995) melalui Peraturan Presiden No. 18 Tahun 2019, yang kemudian mekanisme pelaksanaannya diturunkan menjadi Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Kelautan dan Perikanan, serta turunannya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 33 Tahun 2021 tentang Log Book Penangkapan Ikan, Pemantauan di atas Kapal Penangkap Ikan dan Kapal Pengangkut Ikan, Inspeksi, Pengujian, dan Penandaan Kapal Perikanan, serta Tata Kelola Pengawakan Kapal Perikanan.
Implikasi diratifikasinya STCW-F 1995 oleh Pemerintah Republik Indonesia, maka Pemerintah harus memastikan penyelenggara pendidikan dan pelatihan (diklat) bidang kepelautan perikanan memenuhi semua ketentuan yang diatur dalam STCW-F 1995, yang mana salah satunya terkait kelengkapan sarana dan prasarana.
Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang (Politeknik KP Karawang) sebagai salah satu Satuan Pendidikan Tinggi dibawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), saat ini belum dilengkapi dengan sarana Full Mission Bridge Simulator 360 Degree, yang merupakan prasarana dan sarana wajib yang harus dimiliki oleh Lembaga Diklat penyelenggara Sertifikasi Ahli Nautika Kapal Perikanan Tingkat 1 (ANKAPIN-1) dengan standar spesifikasi mengacu pada STCW-F 1995 Chapter II / Appendix to Regulation 1.
Untuk itu, perlu perhatian dan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan bidang kelautan dan perikanan khususnya pengawakan kapal perikanan, untuk mewujudkan masyarakat maritim Indonesia yang berdaya saing.
Komitmen ini dilakukan dengan meningkatkan kompetensi lulusan Satuan Pendidikan Tinggi KKP dengan penyertaan sertifikat pendamping ijazah, salah satunya Sertifikat Ahli Nautika Kapal Perikanan Tingkat 1 (ANKAPIN-1) yang menunjukkan bahwa pemegang Sertifikat dimaksud dianggap memiliki kompetensi kenavigasian, komunikasi, dan pengelolan operasi penangkapan ikan.
Perkembangan teknologi kenavigasian, komunikasi, dan operasi penangkapan ikan berimplikasi pada kewajiban Satuan Pendidikan Tinggi sebagai penyelenggara Sertifikasi ANKAPIN-1 untuk dilengkapi Full Mission Bridge Simulator 360 Degree yang sesuai dengan tingkat sertifikasi yang diterbitkan.
Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang sebagai salah satu Satuan Pendidikan Tinggi dibawah KKP, yang telah menghasilkan lulusan sebanyak 6 angkatan dengan dilengkapi Sertifikasi ANKAPIN-1, belum memiliki Full Mission Bridge Simulator 360 Degree. Penyediaan Full Mission Bridge Simulator 360 Degree merupakan upaya penguatan fasilitas sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan dalam rangka penguatan kompetensi lulusan Satuan Pendidikan Tinggi KKP khususnya Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, yang merupakan bentuk komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam upaya mewujudkan tercapainya program Ekonomi Biru yang berkelanjutan untuk mendukung Prioritas Nasional (PN) ke-2, serta penguatan pembangunan SDM bidang kelautan dan perikanan sebagai upaya mendukung Prioritas Nasional (PN) ke-4.
Tender Paket Full Mission Bridge Simulator 360 Degreeย ini sepenuhnya milik LPSE Kementerian Kelautan dan Perikanan, silahkan visit website sumber yang tertera pada rangkuman diatas.
Dapatkan informasi Terbaru seputar Tender Pengadaan Barang dan Jasa secara GRATIS dan juga terlengkap dari seluruh Indonesia hanya di Tenderkita.com, disini kami menyediakan informasi langsung dari website-website yang mengadakan tender/lelang secara terbuka.
